Program Literasi Sekolah

Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Berdasarkan hal itulah, SMA Negeri 95 Jakarta mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS SMA Negeri 95 Jakarta merupakan sebuah upaya menjadikan SMA Negeri 95 Jakarta sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

SMA Negeri 95 Jakarta memiliki peran yang amat penting dalam menanamkan budaya literat pada peserta didik. Untuk itu, di SMA Negeri 95 Jakarta dengan budaya literasi yang tinggi, peserta didik akan cenderung lebih berhasil dan guru lebih bersemangat mengajar. Perlu dipahami bahwa program membaca seperti membaca dalam hati dan membaca nyaring hanyalah bagian dari kerangka besar untuk membangun budaya literasi sekolah. Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literat, Beers, dkk. (2009) dalam buku A Principal’s Guide to Literacy Instruction menyampaikan beberapa strategi untuk menciptakan budaya literasi yang positif di sekolah

  1. Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi
  2. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi yang literat
  3. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat Program GLS dilaksanakan secara bertahap dengan   mempertimbangkan kesiapan SMA Negeri 95 Jakarta. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan). Berikut adalah pembiasaan yaitu dengan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Dan Hasil kegiatan membaca dituliskan ke dalam jurnal harian GLS.

Selanjutnya pengembangan literasi SMA Negeri 95 Jakarta adalah kegiatan menanggapi buku pengayaan, Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: Memberikan tanggapan dalam bentuk komentar, resensi, esai terhadap buku yang telah selesai dibaca ke dalam JURNAL MEMBACA TAHAP PENGEMBANGAN. Bentuk kegiatannya Bedah buku, Reading contest, dan Menulis cerpen. Untuk memastikan keberlangsungannya dalam jangka panjang, GLS dilaksanakan oleh SMA Negeri 95 Jakarta dengan tahap (1) pembiasaan, (2) pengembangan, dan (3) pembelajaran